Mitos Dan Fakta Tentang Jerawat Part 2

Senin, 16 Februari 2015

Baca sebelumnya Mitos Dan Fakta Seputar Jerawat Part 1

Mitos: Make Up Membuat Kulit yang Berjerawat Semakin Parah

Memang benar beberapa produk make up dapat menyumbat pori-pori anda dan menyebabkan tumbuhnya jerawat, namun make up yang benar dapat memperbaiki kulit yang berjerawat. Disarankan untuk menggunakan powder-based mineral foundations yang memiliki kandungan seperti silica, titanium dioxide, dan zinc oxide. Foundation bubuk ini menyerap kelebihan minyak yang dapat menyumbat pori-pori. Jika anda lebih menyukai foundation cair, gunakanlah yang non-comedogenic. Itu artinya bahwa produk ini belum pernah menyebabkan terjadinya jerawat pada setiap pemakaian sesuai dengan standar perusahaan.

Baca juga : Cara Membersihkan Make Up Waterproof Tanpa Merusak Kulit

Mitos: Jerawat Terjadi Dalam Semalam

Suatu pagi anda terbangun dari tidur dan menemukan jerawat telah muncul di wajah anda dalam semalam. Kelihatannya memang tidak masuk akal apabila jerawat tumbuh dalam semalam, namun pada kenyataannya jerawat membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk dapat terjadi. Itu disebabkan oleh adanya penumpukan sel mati, kelebihan minyak di wajah, dan pertumbuhan yang berlebihan bakteri jerawat di pori-pori. Sekarang anda dapat melihat betapa pentingnya untuk selalu menjaga kesehatan kulit kita. Untuk mencegahnya anda dapat melakukan eksfoliasi (pengelupasan) wajah, juga gunakan salicylic acid untuk membuang kulit mati dan benzoyl peroxide untuk membunuh bakteri serta sulfur untuk mengurangi pembengkakan juga mengurangi kelebihan minyak pada wajah.

Baca juga : Cara Mudah Melakukan Pengelupasan Kulit Wajah Untuk Semua Jenis Kulit Di Rumah

Mitos: Pelembab Wajah Dapat Menyebabkan Jerawat

Agak tidak masuk akal jika pelembab wajah dapat menyebabkan jerawat, tetapi ini lebih mengarah pada cara membersihkan wajah. Kulit yang kering malah akan lebih banyak memproduksi minyak yang dapat menyumbat pori-pori dibandingkan dengan kulit yang lembab. Jadi jika anda menggunakan pelembab, kulit anda tidak akan menjadi kering untuk dapat mencegah kulit menghasilkan minyak (sebum) berlebih.

Mitos: Pori-pori Dapat Membuka dan Menutup

Sudah menjadi pemahaman bagi masyarakat awam bahwa air hangat" membuka" pori-pori dan air dingin "menutup" pori-pori. Pori-pori tidak memiliki otot yang dapat membuka dan menutup, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat pori-pori kelihatan mengecil. Pori-pori kulit berminyak terlihat besar, dengan uap dapat membantu mengendurkan sebum yang terbentuk di dalam pori-pori sehingga lebih mudah untuk keluar. mencuci muka juga menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuang sel-sel kulit mati dan sisa-sisa makeup sehingga dapat membuat pori-pori kelihatan lebih kecil.

Mitos: Produk Rambut Tidak ada Hubungannya Dengan Jerawat

Pada kenyataannya, produk rambut memiliki hubungan erat dengan timbulnya jerawat. Ini disebut "pomade acne". Hal ini terjadi ketika minyak pada produk rambut anda secara terus menerus melakukan kontak dengan wajah anda. Solusinya adalah hindari produk rambut yang mengandung petrolium jelly dan gunakan produk berbahan dasar air (water-based) dibandingkan dengan produk berbahan dasar minyak (oil-based).

Mitos: Kulit Yang Kotor Menyebabkan Jerawat

Jerawat terjadi bukan karena wajah yang kotor dan berhentilah untuk menyalahkan diri sendiri. Bakteri yang menyebabkan jerawat memang sudah ada di dalam pori-pori kita, dan bereaksi di dalam pori-pori kita ketika bakteri tersebut diberi makan dengan minyak berlebih yang ada di wajah kita. Mencuci muka 2x sehari cukup untuk mengurangi bakteri tersebut, membersihkan minyak berlebih dan membuang kulit mati.


Dari berbagai sumber


Mitos Dan Fakta Tentang Jerawat part 1

Kamis, 12 Februari 2015
Hallooooowwww.....udah lama banget deh aku nggak nulis di Choco Tells All, maklumlah kemarin-kemarin aku liburan panjaaaaanng banget. So mari kita mulai aja ya. Kali ini kita akan membahas masalah jerawat yang beberapa bulan lalu aku alami dan susaaah banget untuk membasminya, akibat dari aktifitas outdoorku yang sangat tinggi dan asupan makanan yang tidak terkontrol pada saat liburan. Akhirnya aku menemukan cara yang tepat dan alami untuk membunuh jerawat ini. But, I'm a little bit spotty right now akibat dari bekas jerawat yang belum hilang. Sebelum kita mengatasi jerawatnya, kita harus tahu terlebih dahulu seluk beluk dari jerawat dan beberapa mitos yang berkembang mengenai jerawat. Yuuk kita kenali mitos dan faktanya satu persatu

Mitos: Pola Makan Tidak Ada Hubungannya Dengan Jerawat

Empat puluh tahun yang lalu ada penelitian yang menemukan bahwa coklat tidak ada hubungannya dengan jerawat. Penemuan ini sangat terkenal sehingga penelitiannya dihentikan. Pada saat ini penelitian kembali dilanjutkan dan menemukan bahwa pola makan kita erat hubungannya dengan timbulnya jerawat. Makanan-makanan yang mengandung kadar gula tinggi, makanan berkarbohidrat, maupun makanan yang mengandung susu dapat meningkatkan resiko berjerawat.
Semua itu dikarenakan makanan yang berkadar karbohidrat atau gula tinggi dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah, dan akibatnya meningkatkan produksi sebum yang akan menyumbat pori-pori. Sedangkan susu memiliki indeks glycemic yang tinggi yang dapat meningkatkan kadar kortisol dalam darah yang hanya akan memperparah jerawat.

Mitos: Jerawat Adalah Masalah Remaja yang Mengalami Pubertas

Pada masa sekarang ada 50% pria dan 25 % wanita dewasa yang memiliki jerawat. Disebabkan oleh berbagai hal termasuk hormon yang sama yang sering kita salahkan pada masa puber dulu, yang dapat meningkatkan produksi minyak pada wajah, sangat biasa pula bagi pria atau wanita yang pernah mengalami jerawatan pada masa pubernya juga akan mengalami hal yang serupa pada saat dewasanya. Dan good news nya adalah cara pengobatannya pun sama dengan cara pengobatan pada saat kita masih puber.

Mitos: Sunscreen dapat Menyumbat Pori-Pori

Yang perlu diketahui mengenai sunscreen adalah bahwa sunscreen memiliki 2 kategori yaitu sunscreen yang menyerap sinar UV biasanya mengandung oxybenzone dan ovibenzone, dan yang kedua sunscreen yang memantulkan sinar UV yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide. Jenis sunscreen yang pertama dapat mengiritasi kulit, menyebabkan inflamasi dan timbulnya jerawat, sedangkan jenis sunscreen yang kedua biasanya dapat membantu penyembuhan jerawat. Jadi perhatikan label ingredients yang tertera di belakang botolnya.

Mitos: Memencet Jerawat

Jika anda mencari pendapat mengenai jerawat, sebagian besar nasihat adalah untuk membiarkan jerawat dan jangan dipencet. Pada dasarnya nasihat ini benar walaupun bukan berdasarkan atas penelitian medis. Memencet jerawat yang belum memiliki warna kuning atau putih di tengahnya akan membuat jerawat semakin parah dan menimbulkan bekas yang sulit untuk dihilangkan. Memencet jerawat diperbolehkan apabila telah ada indikasi warna kuning atau putih di tengahnya seperti nanah. Hal ini malah akan mematikan infeksi dan membantu mempercepat pemulihan radang pada jerawat. Namun memencet jerawat yang benar ada caranya, jika salah maka hanya akan memperburuk jerawat dan kemungkinan akan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Baca juga: Cara Memencet Jerawat yang Benar

Mitos: Menyentuh Wajah akan Memindahkan Bakteri Jerawat dan Menyebabkan Jerawat Lainnya Tumbuh

Jerawat terjadi karena bakteri yang berada jauh di dalam kulit (Propionibacterium acnes) bukan bakteri yang berada pada permukaan kulit. Alasan yang benar untuk tetap menjaga permukaan kulit tidak tersentuh adalah karena menggangu jerawat dapat mengiritasi jerawat dan memperparah jerawat, bukan karena dapat memindahkan bakteri jerawat ke permukaan kulit.

Mitos: Stress Dapat Menyebabkan Jerawat

Stress dapat mempengaruhi hormon dan secara teoritis dapat menimbulkan jerawat. Tetapi hal yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebersihan kulit dan merawat kulit. Mungkin jerawat adalah salah satu efek samping stress namun stress itu sendiri bukanlah hal yang luar biasa untuk dapat disalahkan sebagai penyebabnya.

Mitos: Pasta Gigi Dapat Menyembuhkan Jerawat

Pasta gigi mengandung baking soda, hydrogen peroxide, alkohol. menthol, minyak esensial, dan triclosan yang memang bisa untuk membunuh jerawat. Tetapi efek samping dari penggunaan pasta gigi ini adalah iritasi dan kulit kemerahan. Dari pada mengalami resiko seperti itu lebih baik menggunakan produk khusus jerawat yang mengandung benzoyl peroxide yang dapat membunuh bakteri dan salicylic acid yang dapat membuka pori-pori.

Mitos: Matahari Membuat Jerawat Cepat Sembuh

Paparan sinar matahari mungkin saja dapat mengurangi peradangan jerawat pada tubuh, tapi tetaplah untuk menghindari paparan matahari secara langsung karena sinar matahari dapat menghancurkan kolagen pada kulit dan protein yang membuat kulit menjadi lembut dan awet muda. Ketika kolagen anda rusak, pori-pori pada permukaan kulit anda akan mengendur dan terbuka. Hal ini akan menyebabkan komedo, beberapa komedo mungkin akan ada selamanya. Juga kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari akan membuat kulit sulit untuk memperbaiki diri dan akan meningkatkan resiko bekas jerawat yang sulit untuk dihilangkan.

Mitos: Jerawat Timbul Karena Anda Tidak Mencuci Muka Sesering Mungkin

Mencuci muka sesering mungkin hanya akan memperburuk masalah jerawat. Ketika mencuci muka secara berlebihan, anda menghabiskan kandungan minyak alami pada kulit. Hal ini menyebabkan kulit menjadi dehidrasi dan membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak lagi yang dapat menutup pori-pori dan memperparah keadaan jerawat.
Gunakan di pagi hari sabun cuci muka yang mengandung benzoyl peroxide, kemudian dilanjutkan dengan toner yang mengandung salicylic acid, dan olesi wajah dengan pelembab. Pada malam hari gunakan sabun cuci muka yang lembut dan gunakan krim yang mengandung retinol. Tidak perlu menggunakan benzoyl peroxide dan salicylic acid lagi.

Mitos Dan Fakta Tentang Jerawat Part 2


Dari berbagai sumber


Mitos dan Fakta Tentang Stretchmark

Kamis, 04 Desember 2014


Stretch mark merupakan garis-garis halus berwarna putih dikulit dan biasanya terjadi diakibatkan karena adanya kehamilan, berat tubuh yang naik/turun secara drastis maupun pertumbuhan badan. Stretch mark sering dianggap sebagai perusak keindahan kulit dan banyak wanita yang berusaha untuk mencegah agar tidak mengalami stretch mark. Ada beberapa mitos mengenai stretch mark yang sering menjadi salah kaprah diantara para wanita, untuk bisa menghindari stretcmark tentu kita juga harus memiliki pengetahuan yang benar mengenai stretch mark.


Stretch Mark Terjadi Akibat Dari Perenggangan Kulit

Perenggangan pada kulit biasanya merupakan alasan yang umum untuk stretch mark namun kenyataannya, stretch mark terjadi akibat dari adanya perubahan hormon. Akibatnya, perubahan hormon bisa mengurangi kadar protein elastin dan kolagen dikulit sehingga merubah elastisitas kulit.

Stretch Mark Hanya terjadi Pada Wanita

Kenyataannya, 90 % dari penderita stretch mark adalah wanita dan ini biasanya disebabkan oleh adanya perubahan hormon pada masa kehamilan, akibat kenaikan atau penurunan drastis berat tubuh. Tetapi tidak menutupi juga bahwa pria, anak-anak, muda dan tua akan mengalaminya, hormon yang berhubungan dengan kenaikan/penurunan berat badan dan pubertas merupakan "pembuat masalah" dari stretch mark. Termasuk juga peningkatan berat badan akibat kenaikan massa otot yang drastis dikarenakan olahraga yang cukup intensif jg berakibat menimbulkan stretch mark.

Orang Kurus Tidak Menderita Stretch Mark

Siapa bilang orang kurus tidak memiliki stretch mark? lagi-lagi si pembuat stretch mark adalah terjadinya perubahan hormon. Termasuk orang kurus juga memiliki hormon yang bisa berubah-ubah kapan saja terutama pada masa pubertas.

Stretch Mark Dapat Hilang Jika Berat Tubuh Berkurang

Jangan bilang jika anda memiliki stretch mark karena anda sekarang sangat gendut dan apabila anda diet kemudian menjadi kurus semua problem stretch mark di tubuh anda juga akan ikut menghilang. Kenyataannya, menjadi kurus akan membuat garis-garis stretch mark menjadi lebih kelihatan jelas.

Stretch Mark Bisa Dihindari

Kenyataannya, itu tidak benar. Memang ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kulit tidak mengalami stretch mark yaitu

  • Dengan menggunakan krim pelembab pada saat kehamilan ataupun pada masa kenaikan berat badan yang drastis.
  • Melakukan diet yang seimbang dan olah raga yang cukup untuk menghindari kenaikan berat badan yang cepat.
  • Meningkatkan pemasukan air ke dalam tubuh
  • Menggunakan jenis produk pencegah stretch mark yang mengandung Coenzyme Q10 yang dapat menjaga kulit tetap elastis.
Namun semua hal ini belum dapat menjamin bahwa stretch mark tidak akan terjadi.

Stretch Mark Dapat Sembuh Dengan Sendirinya

Stretch Mark tidak bisa sembuh dengan sendirinya seperti luka pada umumnya. Kerusakan pada protein elastin pada kulit menyebabkan kulit tidak dapat kembali sembuh seperti sedia kala dengan sendirinya.

Stretch Mark Dapat Dihilangkan

Belum ada perawatan yang dapat menghilangkan stretch mark 100%, namun stretch mark dapat disamarkan dengan beberapa treatment, biasanya dengan menggunakan laser. Dengan laser dapat mengurangi stretch mark yang kemerahan, menyamarkan penampakan dari garis-garis putih stretch mark, memperbaiki tekstur kulit dan membuat kelihatan lebih baik sehingga anda tidak dapat melihatnya dengan mudah. Walaupun tidak seefektif laser, ada beberapa krim topikal biasanya mengandung steroid atau retinoid yang dapat membantu mengurangi stretch mark.


Dari berbagai sumber



Copyright @ 2013 Choco Tells All. Designed by Templateism | MyBloggerLab

Instagram

Instagram

Translate

Search Articles in Blog Choco

Visit Our Sponsors

alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar