Bagaimana caranya melupakan seseorang yang kamu cintai

Selasa, 10 Maret 2015


Choco bukanlah seorang dokter cinta atau apalah apalah (kata iis dahlia- red). Namun sering kali masalah perasaan yang seperti ini pasti setiap orang mengalaminya. Waktu jamannya choco masih muda (yaaa sekarang sih masih tetep muda) choco juga pernah ngerasain naik turunnya perasaan, apalagi waktu kita putus dengan seseorang yang kita masih sayang. Itu mah rasanya bisa jungkir balik saking gak enaknya, yang pasti rasa kepo kita makin tinggi tuh ama si dia. Kita jadi pengen tahu segala hal tentang dia setelah putus ama kita, tapi gengsi kalo nanya detail ke sahabatnya. Bahaya kalo kita gak bisa move on, buat yang sulit move on, hal ini bisa terjadi sampai bertahun-tahun bahkan seumur hidup lho.

Artikel ini ditulis untuk kamu-kamu yang susah move on, tapi pengen move on. Kalo gak ada keinginan untuk move on, artikel ini juga tidak bisa membantu karena keinginan move on harus dari diri kamu sendiri jadi kamu bisa mencerna nasihat di artikel ini.

Kenapa hatimu sakit dan sedih? kenapa kamu masih suka ama dia? Mungkin kamu

mencintai seseorang yang pernah mencintai kamu dulu atau

mencintai seseorang, yang bersikap sepertinya ada kemungkinan kalian jadian namun itu tidak terjadi atau

mencintai seseorang yang tidak mencintai kamu atau

sangat mencintai seseorang yang juga sangat mencintaimu namun pada akhirnya orang tersebut berubah dan bersikap menyakitimu di segala hal yang kamu sendiri tidak bisa membayangkannya ini akan terjadi di dalam hubungan percintaan kalian atau

mencintai seseorang yang mencintai kamu juga tapi kemudian seseorang hadir dan merampas kekasihmu dan dia meninggalkanmu demi orang itu.

Apapun kejadiannya, kamu putus sama dia dengan meninggalkan luka yang dalam. Kamu mulai mengingat-ingat apa saja perbuatan atau kejadian yang salah yang seharusnya tidak kamu lakukan atau seharusnya tidak terjadi. Kamu merasa tidak diinginkan dan merasa ada sesuatu yang salah dari dirimu. Kamu mulai menebak-nebak apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya menginginkanmu kembali.

Dan akan lebih menyedihkan lagi apabila dia telah bersama seseorang yang kepribadiannya berbeda dengan kamu. Kamu akan mulai membandingkan dirinya dengan dirimu. Jauh di lubuk hatimu, kamu akan merasa bahwa dia tidak lebih baik dari kamu, dan kamu merasa tidak rela karena kamu bersaing dengan seseorang yang tidak ada apa-apanya.

Diawal masa kamu baru putus sama si dia, tidak apa-apa kamu merasakan sedih dan ingin menangis, mengharapkan semua ini tidak pernah terjadi dan kamu menginginkannya kembali (baca juga: Hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah putus sama pacar). Tapi setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kamu berada di dalam situasi ini dan kamu masih merasakan hal-hal itu, tentulah bukan suatu hal yang wajar. Ini artinya kamu belum move on dan masih hidup di masa lalu. Kalau sudah seperti itu, tindakan pertama yang kamu harus lakukan adalah
                                   STOP 
stop semua yang kamu rasakan padanya dan berusahalah membuka lembaran baru dalam kehidupanmu dengan orang-orang baru kamu kenal, mulailah membuka diri dan hati untuk mulai menerima orang-orang yang menyayangimu sepenuh hati, ingat juga bahwa masih ada keluarga di sekitarmu yang juga menyayangimu. Jadikan kisah masa lalumu sebagai pembelajaran untuk memilih seorang kekasih. Jangan pilih sembarangan orang sebagai pelarianmu. Jika cinta itu datang lebih lama dari yang kamu perkirakan, nikmati saja hidup, tentukan prioritas hidupmu dan jalani lah. Fokus pada diri sendiri dan lebih mengutamakan masa depanmu dan juga tujuan hidupmu, itu akan lebih baik dibandingkan dengan hari-harimu yang penuh dengan memikirkan dia yang sudah pergi darimu dan tidak menginginkanmu kembali. Sangat membuang-buang waktu kan??

 Jika kamu merasa bahwa dia adalah orang yang baik, kamu salah besar. Jika dia baik berarti dia menyayangimu dan orang yang menyayangimu tidak akan membuat kamu menderita seperti ini. Orang yang menyayangimu akan perduli dengan perasaanmu, kebahagianmu adalah kebahagiaannya dan kesedihanmu adalah kesedihannya juga. Orang yang menyayangimu secara naluriah pasti akan selalu ingin berada di sampingmu untuk melindungimu, merasakan pengalaman baru bersamamu, atau hanya ingin berbicara dengan mu. Orang yang menyayangimu akan tertawa dengan lelucon tidak lucumu, karena hanya dengan berada bersamamu saja dia sudah merasa bahagia. Orang yang menyayangimu tidak akan pernah merasa bosan denganmu dan meninggalkanmu, dia akan maklum dengan segala kekuranganmu dan bangga dengan kelebihanmu, seperti keluargamu.

Nah, kesimpulannya adalah jika dia masih meninggalkanmu itu berarti dia bukan orang baik yang menyayangimu, Carilah orang yang bisa menyayangimu dan membahagiakanmu. Mau bertanggung jawab atasmu dan menghargaimu. Tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada dirimu atau melampiaskan nafsunya padamu. Semoga artikel ini bermanfaat dan kamu bisa menemukan belahan jiwamu yang sesungguhnya. Jagalah hati dan dirimu dengan baik dan persembahkanlah untuk orang BAIK itu.



Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Putus Sama Pacar

Rabu, 25 Februari 2015
Putus dengan pacar memang tidak enak, adakalanya kegalauan membuat kita melakukan hal-hal yang malah lebih menyakiti kita. Ini ada beberapa hal yang harus dihindari setelah mengalami putus.

Bersikap Seperti Kamu Baik-baik Saja

Biarkan dirimu berduka atas keputusan kalian berpisah. Menangislah, menulis diari sampai memukul-mukul bantal bisa kamu lakukan. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang bisa mendengarkan dan memahami kesedihanmu, itu akan sangat membantu. Jangan biarkan gengsi dan harga diri menjadi alasan dirimu berpura-pura bahwa perpisahanmu dengannya tidak membuatmu sedih, apalagi jika kamulah yang ditinggalkan. Kuncinya jujurlah pada dirimu sendiri, kamu boleh merasa terluka, malu dan marah. Kita akan lebih sehat dan bahagia jika bisa mengeluarkan segala emosi.

Bersembunyi di Dalam Status Hubungan Sebatas "Sahabat" Dengan Mantan

Sangat sulit untuk bisa membina sebuah hubungan persahabatan yang baik dengan mantan, apalagi jika dapat menerima kenyataan ternyata sang mantan telah menemukan kekasih baru. Pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa kamu belum siap untuk bisa bersahabat dengan mantanmu dan menerima dengan lapang dada pacar barunya.
Menjaga jarak merupakan hal yang paling baik dilakukan jika kamu putus dengan pacar, biarkan kesedihanmu mengakhiri hubungan kalian. Jika mantan bersikeras untuk tetap ingin bersahabat denganmu, tanyakan dulu pada hatimu apakah telah siap untuk menerimanya sebagai sahabat atau tidak. Jika tidak, tetaplah pada pendirianmu dan jaga jarak dengannya sampai kamu bisa menemuinya kembali.

Baca juga: Bisakah Anda Bersahabat Dengan Mantan?

Balas Dendam

Jika ada setitik keinginan untuk membalas dendam atas perlakuan mantan kepadamu, sebaiknya lupakan. Balas dendam tidak akan menyembuhkan lukamu. Memaafkan dan terus move on adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan. Simpanlah energi dan perhatianmu untuk orang-orang yang memang lebih pantas mendapatkannya, dan berjalanlah dengan penuh percaya diri.

Tetap Berkomunikasi Dengan Mantan Dalam Bentuk Apapun

Kamu baru putus dengan pacar, tetapi kamu masih memiliki pikiran untuk bisa menghubunginya sama saat kalian masih berpacaran. Sebaiknya lupakan itu, komunikasi dalam bentuk apapun saat kalian baru berpisah hanya akan memperburuk keadaan dirimu.
Akan tiba waktunya suatu saat kamu akan menghubunginya untuk hal-hal yang lebih penting. Mungkin kamu akan menghubunginya untuk mengembalikan barang-barangnya yang dititipkan padamu atau hal-hal lainnya. Lawanlah dorongan perasaan ingin menghubunginya saat ini dan hindarilah mencari-cari alasan.
Putus menciptakan suatu keregangan antara kamu dan mantan, hubungi teman dekatmu dan tanyakan jika dia bisa kamu telpon di waktu-waktu kamu biasa menelpon mantanmu saat kamu masih bersamanya. Biasanya banyak orang yang merasakan kehilangan setelah putus, bukan karena dia kangen mantannya melainkan karena kebiasaan sehari-hari yang dijalaninya bersama mantan. Berikan waktu untuk dirimu agar bisa beradaptasi dengan kehidupan single kembali.

Memohon Untuk Kembali

Apakah kamu bisa mengerti kenapa ini terjadi? mungkin kamu sering berpikir bahwa semua ini terjadi atas keputusan dan alasan yang salah. Daripada kamu berpegang pada hal-hal dan alasan yang tidak penting, sebaiknya kamu menemukan seorang teman yang bisa membantu menjalani masa-masa sulit untuk melepaskannya.
Jangan memohon padanya untuk kembali, jauh di dasar hatimu kamu pasti menyadari bahwa kamu tidak ingin berhubungan dengan seseorang yang kamu sendiri harus memohon-mohon padanya untuk bisa bersamamu. Selain itu jika mantanmu menolakmu untuk kedua kalinya, itu hanya akan menyakitimu dan mempermalukaknmu. Percayalah kamu akan menyesal nantinya.

Terus Mengintip Facebook Mantan

Mengikuti kegiatan mantan setiap saat dengan cara mengecek facebooknya ataupun akun media sosialnya yang lain hanya akan menambah rasa sedihmu. Berikan aturan untuk dirimu sendiri, pertama jangan memposting cerita putusmu kedalam media sosial, kedua tidak peduli betapa kuatnya keinginan untuk terus update keadaan mantan lebih baik hapus mantan dari pertemanan atau setidaknya sembunyikan status facebook mantan, itu akan menghindari kamu dari godaan untuk mengecek dan memastikan bahwa kehidupan mantanmu tidak lebih baik darimu.

Menyerah

Dia bukanlah satu-satunya orang yang menyayangi dirimu. Dia membuatmu tidak berharga. Jangan biarkan putus dengan mantan menghancurkan kehidupanmu. Teruslah menyayangi dan merawat dirimu sendiri, jadikan ini adalah waktunya untuk kamu fokus mengejar apa yang kamu ingin lakukan. Habiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman yang mengasihimu.
Jangan menyerah untuk mendapatkan pasangan yang tepat, belajarlah dari kegagalan masa lalu. Bersyukurlah bahwa hubungan kalian yang buruk malah membebaskanmu untuk bisa mendapatkan hubungan yang lebih baik daripada sebelumnya, dengan orang yang lebih baik pula.


Dari berbagai sumber


Bisakah Anda Bersahabat Dengan Mantan?

Minggu, 09 November 2014
Mantan suami atau mantan pacar mendekat lagi? apa yang harus anda lakukan saat mantan kembali ke dalam lingkungan pergaulan anda? berfikir untuk kembali lagi? rasanya sudah tak mungkin. Bagaimana kalau bersahabat? apakah bisa?
Menurut John Aiken, seorang psikolog dari sydney dan seorang relationship expert hal ini kemungkinan bisa terjadi asal disikapi dengan kedewasaan dan kerja keras dalam membina hubungan sebagai sahabat.
Apabila di dalam hubungan tersebut ada anak yang terkait didalamnya, sangat krusial untuk tetap menjaga hubungan baik antara mantan suami dan mantan istri. Tetapi, jika tidak ada anak ataupun masalah keuangan yang mengikat mereka atau hanya sekedar pacaran belaka dan anda ingin tetap berhubungan sebagai teman, anda harus berfikir bagaimana hubungan pertemanan ini berjalan, apa saja batasan-batasannya., apa motif sebenarnya untuk tetap berhubungan.

Inilah yang harus anda lakukan sebelum anda benar-benar bisa menjadi seorang sahabat baik.

Jaga Jarak

Jika anda baru saja putus, anda membutuhkan ruang untuk membiasakan diri menjadi single kembali dan waktu untuk menciptakan kehidupan baru sebelum anda kembali berhubungan dengan dia sebagai sahabat. Tanyakan pada diri anda apakah masih ada perasaan yang tersisa?
Anda tidak bisa begitu saja menghilangkan perasaan-perasaan tersebut. Dibutuhkan sebuah proses yang panjang sebelum anda bisa bersahabat dengannya.

John Aiken merekomendasikan untuk setidaknya menunggu sebulan dulu sebelum anda berpikir untuk bertemu kembali dengannya, terutama jika andalah yang memutuskan hubungan. Berhubungan sebagai teman hanya akan menyisakan rasa bersalah, Tetapi jika mantan anda masih memiliki perasaan untuk anda, kemungkinan dia akan berpikir bahwa anda memberikan kesempatan untuknya agar bisa kembali.

Bisakah Anda Tetap Bersahabat?

Jika anda berpisah secara baik-baik, akan lebih mudah untuk kembali berteman. Tetapi apabila perpisahan itu terjadi dalam keadaan yang sangat buruk dan terjadi pengkhianatan, akan menjadi sangat sulit untuk bisa berhubungan kembali sebagai sahabat. Menurut Aiken, mengerti atas apa yang benar-benar anda inginkan adalah lebih penting dibandingkan kembali bersahabat dengannya.

"Apakah ini kesempatan untuk mengakhiri? Apakah kamu ingin kembali bersama lagi?Apakah kamu membutuhkan dukungan emosional darinya?" ucap Aiken."Jika kamu tidak bisa berhubungan lebih lanjut sebagai pasangan, mengapa kamu ingin menjadi sahabatnya? Jika kamu berfikir dengan bersahabat dengannya kamu akan bisa melewati semua derita perpisahan itu, kamu salah. Mungkin setelah kamu bisa menyembuhkan semua luka akibat perpisahan, kalian akan bisa bertemu sebagai teman tetapi tidak sebelumnya."

Memahami alasan anda yang menginginkan hubungan tersebut berlanjut sangat penting. Anda bisa saja menolak untuk melepaskannya karena anda tidak ingin mengakui kegagalan anda, atau anda berharap adanya setitik harapan, menurut Dr. Gabrielle Morissey seorang pakar hubungan dan sex.

Jika anda bergantung karena hasrat yang akan kembali menghangatkan hubungan dan anda akan merasa lebih baik bertepuk sebelah tangan maka anda akan menjadi pihak yang dirugikan. Waspadalah terhadap tanda-tanda anda tidak bisa bergerak maju, contohnya seperti memiliki foto mantan yang masih terpampang, tidak berkencan dengan orang lain, dan terlalu banyak menghabiskan waktu dengannya. Untuk sembuh dari luka perpisahan, anda perlu untuk melihat ke masa depan bukan kembali ke masa lalu.

Tentukan Batasan

Sekarang anda sudah tidak bersamnya lagi, anda tidak bisa mengharapkan dia memperlakukan anda sama saat kalian masih bersama seperti menelpon anda kembali di hari yang sama, memberikan dukungan emosional karena anda mengalami hari yang buruk atau meninggalkan segalanya karena anda membutuhkannya.

"Aturan yang sama sudah tidak berlaku lagi, jadi buang semua harapan-harapan usang." Ucap Dr. Morissey."Masa-masa transisi ini memang akan sedikit sulit, tetapi anda dan dia sedang membangun jenis hubungan yang baru. Memnggil dengan panggilan sayang, memeluk, dan saling memberikan dukungan emosional harus segera dihentikan."

Menentukan batasan-batasan yang jelas berarti ketika anda kembali dekat, anda akan memiliki hubungan yang sehat secara emosional dengan mantan.

Masalah Terbesarnya

Jangan berharap masalah yang terus terulang dalam hubungan percintaan anda dengannya secara tiba-tiba terselesaikan karena sekarang anda berteman. "komunikasi yang sama dan masalah lainnya atau fakta bahwa anda benci apabila dia merokok tetap masih ada." ujar Aiken."Tetapi sejauh anda tetap dalam konteks sebagai teman, anda tidak bisa mengatur cara hidupnya, anda harus mundur selangkah."

Keintiman Anda

Bagi anda dan dia yang pernah hidup dalam masa pernikahan bersama-sama, anda pastilah telah berbagi waktu-waktu intim bersama. tapi sekarang kalian sudah tidak bersama lagi. Jangan kembali mengingat masa-masa intim tersebut."Batasan ini harus dibuat jelas jika anda ingin bersahabat" saran Dr. Morissey. "Jauhkan diri anda dari kehidupan pribadinya. Anda tidak bisa menjadi orang kepercayaannya seperti dahulu, itu akan membuat anda sulit menata masa depan bersama orang lain."

Kekhawatiran Perpisahan

Memperlakukan mantan anda sebagai pacar pengganti dapat mengisi kekosongan dalam hidup anda, tetapi itu tidak baik bagi kesehatan emosional anda sendiri. "Jika anda masih menemuinya hanya sekedar minum kopi, nonton,dan menelponnya ketika anda memiliki masalah, berarti anda masih terpaku pada masa lalu." ucap Aiken.

" Sangat mustahil untuk bisa bertemu dengan orang lain jika anda masih terikat secara emosional dengan mantan. Waspada pada jumlah nomor kontak orang lain yang anda miliki dan secara sadar carilah orang yang dapat berbagi perasaan dan masalah dengan anda."

Terus Bergerak Maju

Hal tersulit bagi mantan pasangan adalah ketika salah satunya memulai suatu hubungan baru. " Bersiaplah, karena hal ini dapat memicu kembalinya luka lama," ujar Aiken. "Bicarakan dengan mantan bagaimana anda dan dia akan melanjutkan hubungan persahabatan ini, berapa banyak telpon, sms dan pertemuan yang bisa dilakukan begitu juga berapa banyak kalian bisa berkomunikasi dengan sahabat dan anggota keluarga anda dan dia. Jagalah komunikasi sesedikit mungkin, hormati pasangannya yang baru dan mudah-mudahan anda berdua bisa benar-benar bersahabat di masa yang akan datang."

Disadur kembali dari artikel Body and Soul



5 Tanda Bahwa Anda Di Bully di Tempat Kerja

Rabu, 05 November 2014
Kehidupan sosial di tempat kerja sangatlah kompleks. Anda harus menjadi friendly dan sekaligus juga harus disukai oleh rekan-rekan sekantor anda. Anda juga ingin boss anda menyukai anda tanpa memberikan kesan kepada teman-teman sekantor bahwa anda tidak sedang "menjilat" boss anda. Anda juga sering menghadapi perbedaan usia dan budaya yang berbeda teman-teman sekantor anda dan tetap harus menyelesaikan semua pekerjaan yang ditugaskan kepada anda, karena anda ingin mempertahankan pekerjaan anda tanpa menyebabkan masalah.

Nasihat terbaik adalah tetaplah membumi dan lakukan pekerjaan dengan baik.

Tapi, saat anda harus bekerjasama dengan orang-orang yang "menyebalkan" keadaan akan menjadi sangat menekan dan membingungkan. Orang-orang yang sering di bully oleh teman sejawatnya akan sangat sulit menyadari apa yang terjadi. Itu semua karena mereka berharap untuk tidak mempercayainya bahwa mereka sedang di bully. Kebanyakan orang yang mengalami ini biasanya hanya berdiam diri tanpa bisa berbuat apa-apa atau mereka tidak menyadari situasi bahwa mereka sedang di bully oleh rekan sekantornya.

Namun keadaan ini adalah hal yang biasa, menurut studi di Amerika oleh Workplace Bullying Institute pada tahun 2014. Menurut mereka, 1 dari 4 pekerja Amerika di bully pada saat tertentu. Peningkatan stress juga akan berdampak pada kesehatan, selama ini studi yang dilakukan telah mendeteksi adanya peningkatan depresi, kekhawatiran yang berlebihan dan juga izin sakit karyawan.

Apakah ini juga terjadi pada anda? Tandai 5 hal bahwa anda sedang di bully dan apa yang harus dilakukan

Boss anda menganggap terlalu serius pekerjaannya
Jika anda di bully, kesempatan yang paling besar untuk bisa membully anda datang dari boss anda. Studi menunjukkan lebih dari setengah orang yang bekerja menunjuk atasan mereka sebagai orang yang menyebabkan masalah bagi mereka. Seorang pekerja pernah mengatakan bahwa atasan nya berteriak padanya mengatakan "Aku ini Tuhanmu, dan saat kamu berada disini (kantor) kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan".  Berbicara mengenai ruang lingkup pekerjaan yang mengintimidasi, saat semua hal tidak berada pada tempatnya dan tidak sepantasnya, akan berujung pada prilaku disorientasi.

Sadari pola pembully
Saat anda di bully, kunci untuk mengetahuinya adalah bahwa kejadian ini tidak terjadi pada satu waktu tetapi terus menerus dan berulang. Ini lebih dari pada seseorang yang memarahi anda pada saat harinya sedang jelek, hal ini akan berlangsung terus menerus sampai pada titik anda tidak bisa memahaminya lagi. Ini dilakukan secara sistematis, inilah cara kerjanya.

Anda mendengar rekan kerja berbisik saat jam istirahat
Gosip adalah senjata yang bisa digunakan untuk membully anda. Gosip bisa menyebabkan beberapa orang terlibat untuk membully anda. Ini akan menyebabkan anda terisolasi dan anda akan merasa bahwa tidak ada seseorang pun yang mau berada di pihak anda.

Anda sedang terjebak dalam konspirasi melawan anda
Contoh lain dari pengeroyokan adalah para pembully bekerjasama untuk membuat anda berada dalam masalah, membuat anda tampak buruk dan mencuri tugas yang di berikan kepada anda. Anda akan merasa sangat terasing dan terisolasi.

Anda sedang diperhatikan
Ini bisa jadi karena ada seseorang yang ingin anda gagal, atau seseorang yang sangat mengatur anda sampai pada tingkat level ekstrim. Contoh cerita bahwa anda sedang diperhatikan, " seorang rekan kerja yang selalu memperhatikan gerak-gerik anda di kantor bahkan berdiri dibelakang anda saat anda bekerja dengan komputer anda. Semua dilakukannya agar dapat menemukan setitik kelemahan yang anda miliki ataupun kesalahan yang bisa menjadi senjata baginya untuk menjatuhkan anda". Jadi untuk melawan ini letakkan bingkai foto di meja anda agar bisa mengawasi orang tersebut melalui refleksi dari kaca untuk memastikan tidak ada seorangpun di belakang anda.

Bagaimana cara menghentikannya
Disamping mendapatkan pekerjaan baru, menyelesaikan masalah ini sampai selesai sangat sulit karena situasi ruang lingkup pekerjaan yang sangat berbeda. Jika permasalahannya adalah atasan anda, penyelesaiannya akan lebih sulit lagi. Tapi yang terpenting adalah memahami organisasinya dan pergerakan dalam tempat kerja, jadi anda tahu siapa yang bisa dipercaya.

Hal yang paling penting yang bisa anda lakukan untuk menyelesaikan masalah adalah berbicara dengan orang yang bisa anda percaya. Memiliki seseorang yang bisa dipercaya sebagai tempat bertanya dan dapat menjadi pendengar untuk anda bisa membantu anda untuk mendapatkan cerita yang sebenarnya. Hal ini akan menjadi bantuan yang sangat hebat untuk masalah anda karena seberapa jelas seseorang menyampaikan cerita akan berdampak pada mereka untuk mempercayainya.

Setelah anda melakukan segalanya, akan baik jika anda dapat menemukan dan menyimpan dokumentasi apa saja. Membuat catatan penting kejadian perusahaan sesegera mungkin, simpan e-mail dan temukan rekan kerja yang bisa membantu dan mendukung anda. Salah seorang pekerja menceritakan bagaimana seorang atasan mereka yang memanipulasi beberapa orang dikantor untuk saling membenci (menggunakan gosip dan tekhnik jahat lainnya). Satu kali mereka menyadari itu, mereka saling bekerjasama dan membuat atasan itu dipecat. Ini adalah masalah yang berat untuk diselesaikan, tetapi tidak ada hal yang tidak bisa anda lakukan.

sumber : Health Magazine



Copyright @ 2013 Choco Tells All. Designed by Templateism | MyBloggerLab

Instagram

Instagram

Translate

Search Articles in Blog Choco

Visit Our Sponsors

alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar